About this listing
PORTRAY BASE: CLOSE! is a Telegram channel listed on TeleHub. View its description, category, member count, and Telegram join link.
Telehub𝗠𝗨𝗟𝗧𝗜𝗟𝗜𝗡𝗚𝗨𝖺𝗟 𝖡𝖺𝖻𝖾 | Strictly for Roleplayers! Join our journey with dynamic plots and character interactions. 🚀💫
PORTRAY BASE: CLOSE! is a Telegram channel listed on TeleHub. View its description, category, member count, and Telegram join link.
Welcome to Portray Base, where roleplay takes flight! ✈️ Dive into an engaging multilingual space dedicated solely to roleplaying enthusiasts. Whether you’re joining collaborative narratives or seeking creative connections, you'll find a community crafted just for you. ✨ **What We Offer:** - A vibrant hub for crafting your original characters (OCs) and plots! - Dedicated admins guiding the experience – meet Fawn, Autumn, Bear, Bunny, Sunny, and Robin. 🐻 - Support from our helper bot @PortrayCriticismBot – facilitating discussions and providing feedback! We thrive on dynamic storytelling. The interactions can be in English to Indonesian to Spanish depending on the chapter of your roleplay narrative! Looking forward to seeing how we all create unique story arcs together. 📖✨ Keep an eye out for fun activities like non-OOC 'SFS' sessions, plot development opportunities, and pertinent discussions about NSFW content – ensuring clarity in what fits where is key here! 💌 If you're looking to meet fellow creatives or simply share ideas about new projects next door at LPM (@PortrayZone), check out what's brewing at @PortrayArchive when connecting with others! Currently, we're temporarily CLOSED while undergoing internal reviews but do share your thoughts and stay tuned as we prepare for a grand reopening! Thanks for understanding our downtime. 🔮 Enjoy your weekend safely – see you soon!
Loading recent Telegram analytics…
TeleHub helps users discover Telegram communities, but users should review each community before joining. Report misleading, unsafe, or inappropriate listings.
Report a listingClick the join button to open PORTRAY BASE: CLOSE! on Telegram.
No, PORTRAY BASE: CLOSE! is not marked as NSFW. Users should still review the community before joining.
PORTRAY BASE: CLOSE! is listed under Roleplay, Multilingual, Creative Writing, Community Support, Character Development on TeleHub.
Statistics updated October 17, 2026
Post frequency is estimated from the latest 30 stored public posts and may undercount activity.
ㅤ ㅤ Kelak, ketika bara telah menjadi abu dan asap telah luruh, akankah kita masih mengingat apa yang pernah berdiri di sana? ㅤ Pepohonan yang dahulu menaungi Bumi Khatulistiwa hingga disebut dengan bangga sebagai Paru-Paru Dunia. Satwa yang kehilangan rimba sebagai tempat bernaung dan berkembang biak. Masyarakat yang harus berhadapan dengan aktivitas yang terganggu, ketidakpastian, serta udara tercemar. ㅤ Karhutla meninggalkan lebih dari sekadar tanah yang menghitam, yakni menyisakan kehilangan yang tidak serta-merta pulih ketika nyala terakhir dipadamkan. Kita memang tidak berada di garis depan untuk memadamkan api. Meski begitu, tetap ada bagian yang bisa disematkan dalam keseharian. Semua bisa dimulai dengan meningkatkan kepedulian, membagikan informasi yang terverifikasi, mendukung upaya penanggulangan, serta menyuarakan pentingnya pencegahan dan perlindungan hutan secara berkelanjutan. Jadi, Rayers dan Ubies, jangan biarkan kepedulian berhenti pada rasa prihatin, dan jangan biarkan suara publik meredup sebelum persoalan ditangani. Karena hutan yang terbakar juga butuh keberpihakan dan tindakan nyata. Karena menjaga hutan bukan cuma tentang menyelamatkan apa yang masih tersisa, tetapi juga memastikan kehidupan tetap memiliki masa depan. Karena #IndonesiaButuhOksigen. ㅤ ㅤ
Just a reminder that Indonesia currently ranks #1 globally in daily carbon emissions from wildfires, pemadaman listrik di mana mana, krisis air bersih, banyak kawan kita yang mengalami ISPA and any other medical condition due to the condition of each area. The government isn’t going to save us, jadi yuk, warga bantu warga! #IndonesiaButuhOksigen Donations: • https://x.com/JANNABI_ID/status/2108420755176428003 • https://kitabisa.com/campaign/untuknttbangkit • https://x.com/belovedyke/status/2095100750938743138 • https://x.com/greencitzen/status/2110384448512684120 • https://x.com/soraipena/status/2108202744771195094 • https://x.com/kawanIndomy/status/2109240196818763852 • https://x.com/evanngobrol/status/2109265062401835407 • https://kitabisa.com/campaign/maribantukalimantan • https://x.com/princyzip/status/2109966978295517418
Warga, tahukah bahwa tiap memasuki musim kemarau, masyarakat di Riau, Kalimantan, dan wilayah rawan lainnya harus selalu bersiap menghirup udara beracun? Karhutla seolah jadi "agenda tahunan" yang tak kunjung usai. Memang ada klaim dari pemerintah bahwa penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah maksimal lewat beberapa tindakan: 1. Ada Satgas gabungan (TNI, Polri, Manggala Agni) yang diturunkan begitu ada titik panas/Hotspot. 2. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan water bombing untuk nyiram api dari udara, menggunakan Helikopter. 3. Bikin sekat kanal supaya lahan gambut tetap basah dan nggak gampang terbakar. 4. Menindak orang yang kedapatan membakar lahan dan menyatakan cuaca ekstrem El Nino sebagai pemicu utama. Tapi, kalau penanganannya sudah benar, kenapa apinya selalu balik lagi tiap tahun? Nah di sini Iqbal Damanik menjelaskan kalau pemerintah itu baru "ngobatin gejalanya" belum "nyembuhin penyakit utamanya". Ibarat rumah bocor, yang dilakukan baru ngelap lantai yang basah, tapi genteng bolongnya nggak pernah ditambal. Alasannya: 1. Tanah gambut itu tebal dan kaya spons. Kalau sudah dikeringkan, apinya bakal masuk dan membara di bawah tanah. Disiram helikopter puluhan kali pun, air cuma kena permukaan atasnya aja. Bawahnya tetap membara. 2. Hukum sering tajam ke bawah, warga atau petani kecil yang bakar lahan sedikit langsung ditangkap. Tapi kalau lahan milik perusahaan besar yang terbakar (bahkan berulang kali), sanksinya sering tumpul. Denda miliaran rupiah hasil putusan sidang pun banyak yang cuma jadi catatan di atas kertas. 3. Proyek sekat kanal sering nggak mempan karena perusahaan sawit dan kayu skala besar masih terus bikin parit/kanal raksasa buat nyedot air keluar dari gambut. Dampaknya, gambut tetap kering kerontang dan siap meledak jadi api pas kemarau. 4. El Nino itu bukan penyebab utama. Penyebab utamanya adalah lahan gambut yang dirusak dan dikeringkan. Kalau gambutnya tetap basah dan hutannya dijaga, cuaca sepanas apa pun nggak bakal bikin kebakaran separah ini. 5. Penutupan/pembubaran Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) justru mengancam fokus dan kontinuitas pemulihan lahan gambut. Melebur fungsi restorasi kembali ke birokrasi kementerian berisiko bikin pengawasan tata air dan pembasahan gambut makin lambat dan setengah-setengah. Tanpa adanya transparansi data konsesi lahan, penegakan hukum yang berani menyasar korporasi besar, dan penghentian pengeringan gambut, narasi keberhasilan penanganan karhutla akan terus berbenturan dengan asap pekat yang dihirup warga di lapangan. Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=jUcRoSk0UFs