About this listing
Voice of Palestine is a Telegram channel listed on TeleHub. View its description, category, member count, and Telegram join link.
TelehubTimely news and updates on Palestine and regional conflicts. Join the conversations!
Voice of Palestine is a Telegram channel listed on TeleHub. View its description, category, member count, and Telegram join link.
Stay informed with important updates from Palestine 🌍 Hear what’s happening: ➜ Daily news & critical coverage of Gaza's situation ➜ Insightful discussions on international issues affecting Palestine ➜ Perspectives from local voices and various experts Recent topics include controversial political moves like Indonesia joining the Board of Peace 📰, ongoing violence in Gaza 🎯, and significant developments from Hamas regarding peacekeeping forces. Join us if you're passionate about Palestinian rights and want to stay updated on current events directly impacting the region.
Loading recent Telegram analytics…
TeleHub helps users discover Telegram communities, but users should review each community before joining. Report misleading, unsafe, or inappropriate listings.
Report a listingClick the join button to open Voice of Palestine on Telegram.
No, Voice of Palestine is not marked as NSFW. Users should still review the community before joining.
Voice of Palestine is listed under News, Politics, Middle East, Current Events on TeleHub.
Statistics updated September 9, 2026
Post frequency is estimated from the latest 30 stored public posts and may undercount activity.
IMPORTANT ANNOUNCEMENT Menanggapi hal yang belakangan terjadi, tentunya Voice of Palestina turut menyampaikan kekecewaan atas isu maupun kasus yang telah ramai diperbincangkan. Atas hal ini, secara resmi kami menyampaikan bahwa VOP memutuskan secara tidak hormat segala kerjasama yang telah dibangun bersama @Muntual. Dan terkait hal yang tengah terjadi, semoga tidak ada lagi wadah ataupun ruang lingkup yang mampu menciptakan ruang kejahatan seksual. kami sangat amat mengecam keras bagi para pelaku yang membuat lingkup di ranah Telegram tak lagi aman. Bersamaan dengan ini, kami turut izin akan merombak total Voice of Palestina baik dari channel maupun internal yang ada di ruang lingkup Voice of Palestina. Dengan kerendahan hati, maaf atas kinerja dan keterlambatan dalam memberikan informasi secara up to date ke kanal yang sebagaimana fungsinya harus kami laksanakan. Oleh karenanya, kami akan kembali dengan konsep, struktur, dan fungsional yang jauh lebih baik dan terorganisir. Sekian pengumuman yang dapat kami sampaikan. Kami berharap tak henti dukungan ataupun doa untuk para saudara di Palestina. Dan mohon dukungan agar kami dapat kembali dengan baik.
(#DailyNews) Pemukim Israel Diduga Bakar Tenda dan Kendaraan Warga Palestina di Desa Susiya, Kekerasan di Tepi Barat Kembali Warga desa Susiya, yang berada di wilayah selatan Tepi Barat dekat Hebron, melaporkan bahwa sekelompok pemukim yang bermasker menyerang komunitas mereka pada Selasa malam. Dalam video yang beredar dan diunggah oleh saksi, terlihat tenda-tenda milik penduduk serta beberapa kendaraan disulut api oleh para pelaku. Penduduk desa mengatakan bahwa serangan semacam ini bukan kejadian satu kali saja, melainkan bagian dari serangkaian kekerasan yang sering terjadi di wilayah penduduk. Aksi malam itu menunjukkan bagaimana kelompok pemukim memasuki area pemukiman Palestina dan menimbulkan kerusakan properti serta ketakutan di antara warga sipil. Insiden ini terjadi di tengah tren serangan pemukim yang lebih luas di wilayah pendudukan. Laporan lembaga internasional menunjukkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, puluhan serangan telah terjadi di berbagai desa Palestina, sering kali mengakibatkan rumah dan kendaraan dibakar, warga terluka, dan penduduk terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka karena ketakutan akan kekerasan yang terus meningkat.
(#DailyNews) Banjir Hujan Deras Rendam Kamp Pengungsi Gaza, Tenda Rusak dan Warga Terpaksa Keluar ke Jalan Wilayah Gaza Strip kembali mengalami krisis kemanusiaan yang semakin serius setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut, menyebabkan banjir besar di kamp-kamp pengungsi yang dipenuhi tenda-tenda keluarga yang mengungsi akibat kekerasan berkepanjangan. Hujan lebat dan badai musim dingin dalam beberapa hari terakhir menenggelamkan ratusan tenda tempat tinggal warga Palestina yang terlantar. Banyak keluarga terpaksa keluar dari tempat mereka bermukim setelah air banjir naik tinggi, merendam barang-barang pribadi, pakaian, dan makanan yang tersisa. Angin kencang juga dilaporkan menghancurkan ratusan tenda, memperparah kondisi para pengungsi yang sudah hidup dalam situasi yang sangat rapuh. Warga terdampak menyebut mereka memiliki sedikit perlindungan terhadap cuaca ekstrem karena hampir seluruh infrastruktur telah hancur akibat perang bertahun-tahun. Banyak keluarga tidak punya pilihan selain tinggal di tenda yang mudah rusak, sehingga terpaksa tidur di jalan berlumpur atau mencari perlindungan di gedung rusak. Banjir ini juga meningkatkan risiko kesehatan akibat air kotor dan minimnya fasilitas sanitasi yang memperbesar ancaman penyakit.